Rabu, 01 Mei 2013

MAKALAH SOSIOLOGI PERTANIAN SISTEM EKONOMI SOSIALIS



LAPORAN PRAKTIKUM
SOSIOLOGI PERTANIAN
SISTEM EKONOMI SOSIALIS

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian

Disusun oleh :

Kelompok IV






Alda Riski Madewa                            125040118113013
Aulia Rasdiana Putri                           125040118113009
Excel Virgi Swastika                          125040118113021
Merediansyah Amalul Khoiri              125040118113015
Eko Fendy Listiyono                          125040118113012

 



Description: I:\ekhcheel.vhierghii.zwazthiekhaa\putih.jpg
 

















UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS IV
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
KEDIRI
2012

I.     PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

            Dulunya sebelum munculnya ekonomi komunis didahului dengan berkembang secara pesat perekonomian kapitalisme yang menjamur hampir diseluruh dunia. Banyak negara berlomba-lomba meningkatkan produksinya dimana akhirnya kelompok borjuis dan orang yang memiliki modal semakin kaya dan kaum proletar serta buruh tani kebawah semakin miskin. Dari sini terlihat jelas sekali perbedaan antara keduanya, dimana kapitalis lebih menuntungkan pemilik modal dan kaum borjuis dan merugikan bagi kaum buruh dan proletar.
            Kemudian setelah kapitalisme muncul untuk lebih melindungi lagi pemilik modal dan penyempurnaan pemikiran ekonomi kapitalis maka lahirlah pemikiran liberalism. Awalnya liberalism dianggap dapat memberikan angin baru bagi perekonomian dunia khususnya eropa pada saat itu. Tetapi ternyata liberalis malah menjadi momok yang semakin menakutkan dan menjadi ancaman bagi negara-negara di Asia dan Afrika. Karena pada zaman Liberalisme munculnya ide dan gagasan untuk mencari bahan baku kenegara-negara lain dan juga terjadinya persaingan industry yang mau tidak mau harus mereka lakukan karena pada saat itu banyak negara-negara yang kekurangan bahan baku dan karena kawasan eropa yang dingin dan juga terjadi peperangan serta pertumbuhan industry dimana pabrik-pabrik produksi membutuhkan bahan baku lebih banyak lagi dan dieropa harga rempah-rempah melambung tinggi harganya membuat banyak negara-negara eropa melakukan penjelajahan guna mengumpulkan rempah-rempah dan bahan baku lainnya dimana pun mereka kelak singgah.
            Di zaman liberalism inilah dikenal dengan penjajahan yang padahal tujuan utama meraka hanya untuk mencari bahan baku dan rempah-rempah berubah menjadi keinginan untuk menguasai daerah atau negara penghasil rempah-rempah atau bahan baku lainnya, untuk mencukupi kebutuhan bangsa mereka dan untuk dijual dengan harga yag lebih mahal. Perekonomian liberal memandang ekonomi dengan mengeluarkan modal sekecil-kecilnya dan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Itulah prinsip yang digunakan oleh mereka yang menganut paham liberalis.
            Setelah melihat bagaimana kaum liberalis memeras tenaga buruh dan memberikan gaji yang dibawah rata-rata bahkan jauh dari tenaga yang mereka keluarkan. Maka muncullah Karl Marx yang menjadi pelopor pertama penentang liberalis dengan tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikiran yang telah disumbangkan untuk lebih memajukan perekonomian dan juga tidak merendahkan pemerintah sehingga pemerintah dapat menjadi penghubung antara pemilik modal dengan pemerintah dan juga menjadi titik terang kaum buruh yang mendapat pencerahan dan juga membela kaum buruh dan proletar untuk memperbaiki perekonomian mereka sehingga mereka dapat meningkatkan perekonomian mereka. Bagi kaum borjuis dan opemilik modal Marx merupakan ancaman, dimana Marx memberikan semangat dan membuat para buruh berani menuntut gaji yang sesuai dengan tenaga yang telah mereka keluarkan.
            Disinilah akhirnya kapitalisme dan liberalism mendapat ancaman dan momok yang menakutkan dari munculnya perekonomian sosialis yang menjadi sebuah rezim yag kuat di Asia bagian timur dan berkembang pesat hingga mencapai wilayah Eropa barat dan membuat banyak negara berfikir secara keras bagaimana cara menghentikan laju pemahaman sosialis yang pertama kali dikenalkan oleh Marx tersebut dieropa teoatnya Prancis.

1.2  Rumusan Masalah

1.    Bagaimana pengaruh yang mendasari sistem komunis ?
2.    Bagaimana proses sistem komunis dalam negara indonesia ?

1.3    Tujuan

1.    Mampu memahami tentang definisi sistem komunis
2.    Mampu memahami sejarah sistem komunis
3.    Mengetahui ciri-ciri sistem komunis
4.    Mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem komunis

II.      HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1  Definisi Sistem Komunis

Definisi komunisme atau paham komunisme. Paham komunisme adalah paham yang merupakan sebagai bentuk reaksi atas perkembangan masyarakat kapitalis yang merupakan produk masyarakat liberal. Berkembangnya paham individualisme liberalisme di barat berakibat munculnya masyarakat kapitalis menurut paham komunisme, mengakibatkan penderitaan rakyat. Komunsime muncul sebenarnya sebagai reaksi penindasan rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung oleh pemerintah.
Bertolak belakang dengan individualism kapitalisme, paham komunisme yang dicetuskan melalui pemikiran Karl Marx memandang bahwa hakikat kebabasan dan hak individu itu tidak ada.
Paham komunisme dalam memandang hakikat hubungan Negara dengan agama meletakkan pada pandangan filosofisnya yaitu materialisme diakletis dan materialisme historis. Hakikat kenyataan tertinggi menurut komunsime adalah materi.

3.2  Ciri-ciri Sistem Komunis

1.        Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
2.        Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik Negara sehingga tidak ada perusahaan swasta.
3.        Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
4.        Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
5.        Semua warga masyarakat adalah karyawan bagi negara.
6.        Lebih mengutamakan kebersamaan
7.        Peran pemerintah aktif
8.        Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
9.        Sistem ekonomi yang segala bentuk kegiatan ekonomi dikuasai,dikelola, dan di kendalikan oleh Pemerintah Pusat Perekonomian diatur dan dikuasai oleh pemerintah.
10.    Produksi disesuaikan dengan dan daya beli masyarakat
11.    Negara memiliki monopoli dalam hal yang menyangkut orang banyak

3.3  Sejarah Sistem Komunis

            Kata “komunis” lahir berbarengan dengan kata ”sosialis” yaitu pada tahun 1830. Pada awalnya ke dua kata ini memiliki arti yang sama tertapi kemudian “komunis” diartikan atau dipakai untuk aliran sosialis yang lebih radikal lagi dari sosialis yang benar-benar sosialisme, dimana komunis menuntut penghapusan total hak milik pribada dan kesamaan konsumsi serta mengharapkan keadaan komunis itu bukan dari kebaikkan pemerintah tetapi semata-mata dari perjuangan kaum terhisap itu sendiri (Kolakowski I, 214). Dari keradikalan tersebut terlihat bahwa komunis merupakan suatu aliran yang benar-benar seluruh penguasaan harta kekayaan atau hak milik lainnya dikuasai oleh pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat dan rakyat diseluruh negara yang memiliki paham komunis ini.
            Nampak jelas perbedaan antara system perekonomian liberal dimana pihak swasta atau pemilik modal yang lebih berkuasa dibandingkan dengan pemerintah dalam mengatur perekonomian di system liberal pemerintah hanya bertugas mengawasi dan juga memnyediakan saran prasarana yang akan mempermudah para pemilik modal untuk melakukan aktifitas perdagangannya. Tetapi dalam system perekonomian komunis dimana pemerintahlah yang mengatur segala kepemilikkan yang ada pada individu dan di system perekonomian ini kaum borjuis dan para pemilik modal mengalami masa yang cukup menyedihkan, karena seluruh harta benda yang mereka miliki disita dan dikelolah oleh negara dan kaum proletar serta buruhlah yang lebih diuntungkan.
            Sistem perekonomian komunis lahir berbarengan dengan sosialis tetapi dalam pokok permasalahan kali ini kami hanya membahas tentang system perekonomian komunis jadi dapat dikatakan dulunya sebelum ada pembedaan antara komunis dan sosialis, dimana komunis sendiri memiliki arti yang sama dengan sosialis dimana para tokohnya seperti Karl Marx yang kemudian para pengikutnya menakan mereka sebagai Marxisme dan juga Friendrich Engels.
            Menurut Marx sendiri yang lahir pada masa perang dan mempengaruhi pemikirannya dan pada saat itu dia pergi ke Prancis dan melihat peperangan di Prancis dengan mata kepalanya dimana peperangan industry telah membuat kaum proletar dan buruh sengsara. Dimana menurut Marx upah yang diterima oleh kaum buruh itu tidak sesuai dengan tenaga ynag telah mereka keluarkan dalam melakukan produksi disuatu pabrik jadi dalam pandangan Marx haruslah sesuai antar upah atau gaji yang diterima dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan dalam arti bahwa mengandaikan adanya suatu penghisapan tenaga kerja oleh majikan yang luar biasa. Dimana pekerjaan yang biasa dibayar atau mendapat upay yang biasa begitu juga seterusnya.
            Sedangkan Friendrich Engels sendiri yang merupakan salah satu yang meneruskan pemikiran Marxis dimana Engels menerapkan dialektika yang menjadi metode Marx dalam menganalisis perkambangan sejarah pada alam, memberikan paham yang dialektis sekaligus materialis (Engels I, 19) .
            Dikemudian hari pemikiran Marx memberikan inspirasi dan pergerakan perjuangan di Rusia yang merupakan negara pertama Komunis. Pemeikiran Marx yang dilanjutkan oleh Engels itu dan dengan tulisan Marx dan artikel-artikel yang telah diterbitkan oleh Koran-koran illegal yang ada pada saat itu memuat pemikiran-pemikiran Marx yang sosialis tanpa disadari akan melahirkan pejuang revolusioner di Rusia dan sekaligus akan menjadikannya Pendiri negara komunis pertama yang juga kelak akan menjadi negara tandingan super power  Amerika dan menjadi momok yang menakutkan bagi paham liberalis dan kapitalis.
            Vladimir Ilyic Ulyanov atau Lenin, lahir pada 10 april 1870 menurut kalender lama Rusia atau 22 April 1870 menurut kalender Modern di Simbirsk. Lenin sendiri dilahirkan dari keluarga yang hangat dan bahagia serta tumbuh dengan penuh cinta, tak terbayang kelak ia akan menjadi salah satu pemikir revolusioner dan merupakan pendiri negara komunis yang namanya akan tercantum dalam tinta emas sejarah dunia.
            Lenin merupakan seorang yang lulus dalam bidang hukum dan menjadi pengacara bagi kaum proletar dan buruh yang ada di Rusia. Menjalani kehidupan sebagai engacara umum membuat Lenin muak dengan para pemikir social-demokrasi yang hanya mementingkan diri mmereka sendiri dan lebih membela kaum borjuis. Pada masa pemerintahan Tsar Alexander II, Lenin masuk kedalam kelompok pembela kaum buruh dan ikut demo dengan  para buruh, setelah itu ia ditangkapa dan dibuang ke Siberia, dalam pembuangan tersebut Lenin berhasil merampungkan karya besarnya yang pertama diberi judul The Development of Capitalism in Rusia (1988) yang diterbitkan dibawah nama samara Vladimir Ilyin.
            Pasca pembuangan tersebut Lenin akhirnya bertemu tokoh-tokoh yang menganut paham Marxis dan juga mulai tertarik membaca pemikiran-pemikiran Marx. Setelah membaca dan merenung dipembuangan tersebut akhirnya muncul ide untuk melakukan revolusioner dan menggalang bantuan untuk melakukan demo kepada Tsar Alexander II dan ia melihat bbegitu banyaknya kaum buruh dan proletar dibandingkan kaum borjuis, mengapa mereka tidak dapat menjatuhkan pemerintahan tersebut.
            Tanggal 7 November 1917 jatuhnya kekuasaan Tsar Rusia. Jadi prinsip perekonomian mulai tumbuh dengan bersamaan tumbuhnya negara komunis pertama yaitu Rusia. Komunisme mulai menjalar dan menjadi momok yang menakutkan bagi sitem Kapitalis di eropa dan barat. Komunis mulai menjalar dan mnguuasai 18 negara yang ada didunia ini, dan merupakan sepertiga dari penduduk dunia saat itu. Kemudian ajaran lenin ini dikenal dengan nama “Marxisme-Leninisme” yang merupakan tonggak atau pilar dari berdirinya komunis dan system perekonomian yang menjadikan negara pemegang segala kekayaan rakyatnya dan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyatnya.             

3.4  Element atau Komponen Sistem Komunis
3.4.1        Unit Ruma Tangga
Peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan
3.4.2        Pelaku
Peran pemerintah sangat kuat Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara. Campur tangan pemerintah sangat tinggi. Persoalan ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah pusat. Kepemilikan oleh negara terhadap sumber ekonomi. Penekanan terhadap kebersamaan dalam menjalankan dan memajukan perekonomian. Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja.
3.4.3        Lingkungan Sumber Daya Alam
Sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan.
3.4.4        Lingkungan Sumber Daya Manusia
Manusia sebagai masyarakat system ekonomi ini dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka. Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis. Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan. Maka kreativitas masyarakat tehambat, produktivitas menurun, produksi dan perekonomian akan berhenti. Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.  Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta. Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah. Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
3.4.5        Lingkungan Sumber Daya Kapital
Paham komunisme adalah paham yang merupakan sebagai bentuk reaksi atas perkembangan masyarakat kapitalis yang merupakan produk masyarakat liberal. Berkembangnya paham individualisme liberalisme di barat berakibat munculnya masyarakat kapitalis menurut paham komunisme, mengakibatkan penderitaan rakyat. Komunsime muncul sebenarnya sebagai reaksi penindasan rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung oleh pemerintah.  Berolak belakang dengan individualism kapitalisme, paham komunisme yang dicetuskan melalui pemikiran Karl Marx memandang bahwa hakikat kebabasan dan hak individu itu tidak ada. Paham komunisme dalam memandang hakikat hubungan Negara dengan agama meletakkan pada pandangan filosofisnya yaitu materialisme diakletis dan materialisme historis. Hakikat kenyataan tertinggi menurut komunsime adalah materi.
3.4.6        Lingkungan Sumber Daya Teknologi
Penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi. Penghapusan adanya kelas-kelas sosial. Penghapusan pembagian kerja. Semua warga masyarakat adalah karyawan bagi negara.
Menurut Marx komunisme menitik beratkan pada :
Pertama, Sekelumit kecil orang kaya hidup dalam kemewahan yang berlimpah, sedangkan kaum pekerja yang teramat banyak jumlahnya hidup bergelimang papa sengsara.
Kedua, cara untuk merombak ketidakadilan ini dengan jalan melaksanakan sisitem sosialis yaitu system dimana alat produksi dikuasai Negara dan bukannya oleh pribadi swasta.
Ketiga, pada umumnya salah satunya jalan paling praktis untuk melaksanakan sistem sosialis ini adalah lewat revolusi kekerasan.
Keempat, untuk menjaga kelanggengan sisitem sosialis harus diatur oleh kediktatoran partai Komunis dalam jangka waktu yang memadai.

3.5  Kelebihan dan Kekurangan

            Kelebihan terbesar dari perekonomian komunis adalah kenyataan dimana setiap orang memiliki apa yang mereka butuhkan dan setiap masyarakatnya berkontribusi atau ikut serta dalam sebuah proses pembangunan negara sesuai dengan jabatannya.
            Dimana kesenjangan ekonomi dihapuskan dan tidak adanya lagi perbedaan antara kaum borjuis dan proletar serta buruh. Dimana membuat stabilitas ekonomi tercapai. Karena penghapusan kasta telah ada disebabkan perekonomian komunis yang melanda wilayah asia barat.
            Sedangkan kekurangan dari sistem ini adalah dimana system ini tidak mempertimbangkan fakta bahwa semua individu tidak sama dan kemampuan setiap individu jelas berbeda-beda dari individu lainnya.
            Karena tidak adanya persaingan sehingga membuat pemikiran mereka tumpul sehingga menyebabkan tidak ada keiginan untuk melakukan inisiatif dan perubahan kearah yang lebih baik lagi.
            Karena semua proses perencanaan ditangani oleh para perencana pusat sehingga cenderung pelaksanaan sebuah kebijakkan berjalan lambat.

3.6 Perbandingan dua Negara

3.6.1 Sistem Ekonomi Indonesia

Sebenarnya Negara Indonesia merupakan Negara yang sistem ekonominya tidak jelas, banyak orang mengatakan  bahwa bangsa Indonesia selama ini menganut sistem demokrasi terpimpin atau sistem demokrasi pancasila tetapi tidak sedikit juga orang yang mengatakan sistem ekonomi bangsa Indonesia adalah sistem ekonomi kapitalisme bahkan saat indonesia ada dalam orde baru yang di pimpin oleh rezim soeharto itu sedikit memperlihatkan bangsa indonesia yang sempat menganut sistem ekonomi komunisme yang sebenarnya sistem ekonomi ini sangat ditentang oleh rakyat pada masa itu.  Indonesia dikatakan menganut sistem ekonomi tradisional atu demokrasi terpimpin atau sistem ekonomi pancasila itu memang benar. Banyak bukti yang mendukung perkataan atau statement tersebut. Setelah bangsa kita merdeka atau paska kemerdekaan bangsa kita dari tangan penjajah, perekonomian Indonesia itu berdasarkan
“asas kekeluargaan”.
Asas kekeluargaan ini digagas oleh ide-ide bapak Hatta yang menurut beliau sistem inilah yang sangat cocok dengan keadaan bangsa Indonesia saat itu. Dengan ide inilah beliau membentuk badan perekonomian bangsa
yang biasa kita kenal dengan “koperasi”.
Asas kekeluargaan juga berdasarkan UUD 1945 tepatnya pada pembukaan dan dua pasal pokoknya. Asas kekeluargaan ini secara ekstrisik dijelaskan pada pasal 33 ayat 1 dan secara instrisik dijelaskan pada pembukaan UUD 1945. D
alam pasal 33 ayat 1 yang berbunyi, “ Perekonomian disusun atas usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”, di sini secara jelas nampak bahwa Indonesia menjadikan asas kekeluargaan sebagai fondasi dasar perekonomiannya.
Dalam cuplikan pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang berbunyi ”kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Disini juga sangat jelas penggambaran tentang asas kekeluargaan pada kata
keadilan sosial” yang maksudnya bahwa Indonesia ingin
memeratakan perekonomian ke segala penjuru dan pelosok Indonesia.
Dengan melihat pasal dan pembukaan UUD 1945 di atas asas kekeluargaan dapat digambarkan dengan kebersamaan, gotong royong, keadilan, persamaan hak dan kewajiban. Sehingga dengan melihat kandungan-kandungan di atas tersebut dapat menghubungkan sistem ekonomi kita ke arah sistem ekonomi demokrasi terpimpin atau sisem ekonomi pancasila. Hal ini tergambarkan dalam  TAP No. XIII/MPRS/1966, Langkah-langkah pertama ke arah perbaikan ekonomi rakyat ialah penilaian kembali daripada semua landasan-landasan kebijakan ekonomi, keuangan, dan pembangunan, dengan maksud memperoleh keseimbangan yang tepat antara upaya yang diusahakan dan tujuan yang hendak dicapai, yakni masyarakat sosialis Indonesia berdasarkan
Pancasila.”
Sistem ekonomi Kapitalisme berarti bahwa mengutamakan kebebasan individu dalam mengatur perekonomian, kebebasan kepemilikan hak, kebebasan mengembangkan diri, kebebasan dalam mendirikan perusahaan. semua ini ada dalam sistem perekonomian kita saat ini.
Di Indonesia itu sudah sangat biasa mendengar “kebebasan bertindak”. Semua warga Negara bebas untuk
memilih macam apa pekerjaan yang akan ditekuni, Negara tidak mengatur dalam hal ini, Negara hanya bisa megawasi. Kemudian semua orang indonesia bebas mendirikan perusahaan yang mereka inginkan.negara memberi kebebasan seluas- luasnya kepada warga negaranya. Hak kepimilikan juga suatu yang sangat lazim terdengar. Tidak ada beritanya bahwa Indonesia merupakan negagra yang melarang warganya untuk memiliki sebuah perusahaan atau lembaga ataupun barang-barang lainnya. Hal in juga dipertegas dalam pasal 27 ayat dua yang berbunyi,
“Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”
Jadi dengan petunjuk bukti-bukti di atas dapat dikatakan Indonesia juga menganut sistem ekonomi kapitallisme. Tetapi dengan diberikan kebebasan kepada setiap individu bukan berarti  Negara memberikan semuanya untuk dikuasai oleh warga Negara Indonesia , ada sebagian yang tetap diatur oleh Negara yaitu sumber usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu akan dikuasai oleh Negara, untuk contoh yaitu Pertamina dan Bulog yang merupakan perusahaan yang mengatur sumber hidup semua orang.jadi dengan adanya bukti yang satu ini Indonesia juga dapat digolongkan ke dalam Negara yang menganut sistem perekonomian komunisme.   Untuk sekarang Indonesia juga sedang mengembangkan sistem ekonomi syariah. Ditengah kegamangan perekonomian nasional pasca krisis tahun 1998, realita yang berkebalikan terjadi pada sistem ekonomi syari’ah. Sistem ekonomi syari’ah telah terbukti ampuh dan lebih resisten di masa krisis.
Perwujudan dari sistem ini adalah sejak tahun 1975 didirikanlah Internasional Development Bank ( IDB ) di Jeddah. Fenomena suksesnya Bank Muamalat melewati krisis tanpa sedikit pun Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menginspirasi perbankan Indonesia. Kini dunia perbankan berlomba membuka layanan syari’ah. Data Bank Indonesia
tahun 2006 menunjukkan bahwa telah berdiri 561 B
ank Syari’ah. Selain itu juga telah berdiri 25 Asuransi Syari’ah, Pasar Modal syari’ah, Pegadaian Syari’ah dan lebih 3200 BMT (Koperasi Syariah), dan Ahad – Net Internasional, serta maraknya kajian ekonomi syari’ah di berbagai universitas. Atas bukti diataslah Indonesia dapat digolongkan ke dalam Negara yang sedang menganut sistem ekonomi syariah.
3.6.2 Sistem Ekonomi Negara China
China dari dahulu memang sangat terkenal dengan istilah Negara komunis, Negara yang semua perekonomiaanya diatur oleh Negara dan warga Negara yang menentangnya akan dihukum jadi tidak boleh ada salah satu warganya yang menentang kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintahannya. China juga membungkam atau mengekang pers di negaranya sendiri. Organisasi Reporters Sans Frontieres (RSF) yang berkedudukan di Paris pada 4 Januari 2006 silam juga melaporkan bahwa kasus penahanan terhadap wartawan sepanjang tahun 2005 paling banyak terjadi di China. (Kompas, 5 Januari 2006). Data yang dikumpulkan organisasi reporter lintas negara itu menunjukan sampai 1 Januari 2006 lalu, jumlah wartawan yang ditahan di negara komunis itu sebanyak 32 orang. Di sini media diberi pengawasn yang ketat.  Pembredelan dan penyitaan terhadap media juga biasa dilakukan. Tetapi sekarang china merubah sistem perokonomiannya kearah yang lebih baik lagi, tidak ada lagi pengekangan terhadap pers, memberi kebebasan kepada warga Negara untuk mengatur perekonomiaanya sendiri. menambah kuasa pegawai tempatan dan pengurus kilang dalam industri, dan membenarkan pelbagai pengusahawanan dalam servis dan perkilangan ringan, dan membuka ekonomi kepada perdagangan dan pelaburan luar. Kawalan harga juga telah dilonggarkan. Ini telah mewujudkan penukaran sistem ekonomi berasaskan komunis kepada sistem ekonomi campuran komunis dan kapitalisme.
Pada beberapa tahun terakhir China telah menegaskan lebih lanjut target dan tugas penyempurnaan sistem ekonomi pasar sosialis yaitu suatu pasar ekonomi dimana kepemilikan publik merupakan arus utama, sebagai bukti bahwa antara tahun 1989 sampai 2001, jumlah perusahaan negara anjlok dari 102.300 buah menjadi 46.800. Sedangkan jumlah perusahaan swasta meledak dari 90.000 buah menjadi lebih dari 2 juta buah. Hal ini sesuai dengan tuntutan mempertimbangkan secara menyeluruh perkembangan kota dan desa, perkembangan regional, perkembangan sosial dan ekonomi, perkembangan harmonis antara manusia dan alam, serta perkembangan di dalam negari dan keterbukaan terhadap dunia luar, mengembangkan peranan dasar pasar dalam alokasi sumber daya, meningkatkan vitalitas dan daya saing perusahaan, menyempurnakan pengontrolan makro negara, menyempurnakan fungsi pemerintah di bidang pengelolaan sosial dan layanan umum, dan memberikan jaminn sistem yang kuat kepada pembangunan masyarakat cukup sejahtera secara menyeluruh.
Kemudian china berusaha menyempurnakan sistem pokok ekonomi di mana ekonomi milik negara merupakan bagian utama dan ekonomi multi kepemilikan berkembang bersama, mendirikan sistem yang menguntungkan untuk mengubah struktur ekonomi dualis antara kota dan desa, membentuk mekanisme yang mendorong perkembangan harmonis ekonomi regional, membangun sistem pasar modern yang seragam, terbuka dan bersaing secara tertib, menyempurnakan sistem pengontrolan makro, sistem pengelolaan administrasi dan sistem hukum ekonomi, menyempurnakan sistem penempatan kerja, distribusi pendapatan dan jaminan sosial, dan mendirikan mekanisme yang mendorong perkembangan yang berkelanjutan di bidang ekonomi dan sosial. Dengan adanya data seperti diatas maka china dapat digolongkan ke dalam Negara yang juga menganut sistem perekonomian sosialis.
Dan ini sangat memberi pengaruh terhadap perekonomian china sampai- sampai amerika serikat yang notabene adalah Negara adidaya tidak berdaya menghadapi perekonomian china yang memiliki nilai kemajuan ekonomi sangat pesat berkat sistem ekonomi yang mereka anut, sebenernya kita harusnya belajar dari china bukan malah belajar dari amerika serikat yang sekarang ini sedang mengalami krisis hebat.   Sekarang China juga sedang membuka pasar ekonomi bebas, yang artinya mereka membuka perekonomian untuk siapapun demi tercapainya kesehjahteraan bagi masyarakatnya. Pasar bebas sendiri merupakan ciri dari system ekonomi liberalisme atau kapitalisme. Jadi sistem ekonomi china adalah sistem ekonomi campuran antara sosialis, kapitalisme, dan komunisme.


III.        KESIMPULAN

Sistem sosialis merupakan perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan.
Manusia sebagai masyarakat system ekonomi ini dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka. Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis. Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan. Maka kreativitas masyarakat tehambat, produktivitas menurun, produksi dan perekonomian akan berhenti. Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.  Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta. Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah. Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara

1 komentar:

  1. Pragmatic Play Launches New Slots for Mobile & Desktop
    Pragmatic Play, the 거제 출장샵 leading content 나주 출장샵 provider to the 남원 출장샵 iGaming 경산 출장안마 industry, today launched its latest set of premium slot titles to 여주 출장안마 its iGaming

    BalasHapus