Rabu, 01 Mei 2013

MAKALAH SOSIOLOGI PERTANIAN TENTANG PERUSAHAAN PEMBUDIDAYAAN TANAMAN TOMAT



PERUSAHAAN PEMBUDIDAYAAN TOMAT

Disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah sosiologi pertanian

Disusun oleh:

Aulia Rasdiana Putri                           125040118113009
Eko Fendy Listiyono                          125040118113012
Irwanto                                               125040118113004
Muhammad Hendy Prasetiyo             125040118113007
Pangestika Fajar Nurviana                  125040118113006




























UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS IV
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
KEDIRI
2012




 I  PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan hortikultura di Indonesia hingga saat ini, belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini antara lain disebabkan karena hortikultura perlu penanganan yang serius, modal besar, dan berisiko tinggi. Selain itu, harga produk hortikultura rendah dan berfluktuasi sehingga memperbesar risiko rugi bagi petani.
Dengan hasil yang sedikit dan resiko yang begitu besar bagi petani menyebabkan kecil nya minat petani didalam membudidayakan tanaman hortikultura khususnya tanaman sayur-sayuran. Namun pada dasarnya tanaman hortikultura merupakan tanaman yang sangat gampang untuk dibudidayakan karena tidak memerlukan lahan yang luas untuk melakukan kegiatan budidaya.
Salah satu komditi yang dikembangkan dalam tanaman hortikultura yaitu tanaman tomat. Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Buah tomat juga mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori. Buah tomat juga adalah komoditas yang multiguna berfungsi sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan, minuman, bahan pewarna makanan, sampai kepada bahan kosmetik dan obat-obatan.
Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitasnya masih rendah. Terkadang biaya yang diterima petani dari hasil penjualan tomat tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan dari mulai tanam sampai panen. Biaya-biaya tersebut biasanya berupa biaya untuk membeli bibit, membeli pupuk, dan biaya untuk merawat tanaman tomat itu sendiri, misalnya untuk membeli herbisida yang digunakan untuk menanggulangi adanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman tomat. Bibit yang ditanam pun harusnya berkualitas.
Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya dari petani. Untuk itu diperlukan suatu teknis budidaya dan perawatan yang tepat untuk tanaman tomat ini agar dapat berproduksi dengan maksimal.




1.2 Rumsan Masalah
1.      Bagaimanakah cara melakukan pembibitan tanaman tomat yang baik dan benar?
2.      Bagaimana cara pemeliharaan tanaman tomat yang baik dan benar?
3.      Berapa biaya total yang harus di keluarkan dalam pembibitan tanaman tomat?
4.      Bagaimana cara pemasaran tanaman tomat yang baik dan benar di lapangan?

1.3 Tujuan
1.      Mendiskripsikan pembibitan tanaman tomat.
2.      Mendiskripsikan pemeliharaan tanaman tomat.
3.      Menganalisis biaya yang di keluarkan.
4.      Mendiskripsikan pemasaran tanaman tomat.
























II  TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Stratifikasi Sosial Dalam Pertanian
            Berdasarkan kepemilikan tanah, terbagi atas tiga lapisan:Kaum petani yang memiliki tanah pertanian dan rumah, Kaum petani yang tidak memiliki tanah pertanian, namun memiliki tanah pekarangan dan rumah dan Kaum petani yang tidak memiliki tanah pertanian dan pekarangan untuk rumah. Berdasarkan kriteria ekonomi, terbagi atas tiga lapisan: Kaum elit desa yang memiliki cadangan pangan dan pengembangan usaha, orang yang memiliki cadangan pangan saja dan orang yang tidak memiliki cadangan pangan dan cadangan usaha, dan mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan konsumsi perutnya agar tetap hidup (Arie Yudha, 2010).

2.2  Kelembagaan Pertanian

            Kelembagaan merupakan suatu himpunan individu yang sepakat untuk menetapkandan mencapai tujuan bersama, kelembagaan didominasi oleh unsur-unsur aturan,tingkah laku atau kode etik, norma, hukum dan faktor pengikat lainnya antar anggotayang membuat orang saling mendukung.
            Unsur-unsur Kelembagaan: Institusi merupakan landasan untuk membangun tingkah laku sosial masyarakat, Norma tingkah laku yang mengakar dalam masyarakat dan diterima secara luasuntuk melayani tujuan bersama yang mengandung nilai tertentu dan menghasilkaninteraksi antar manusia yang terstruktur, Peraturan dan penegakan aturan/hukum, Aturan dalam masyarakat yang memfasilitasi koordinasi dan bekerjasama dengandukungan tingkah laku, hak dan kewajiban anggota,  Kode etik , Kontrak , Pasar, Hak millik, Organisasi, Insentif untuk menghasilkan tingkah laku yang diinginkan, Macam- M acam kelembagaan: 
1.Kelembagaan petani, berupa kelompok tani, gaungan kelompok tani dan koperasi.
2.K elembagaan pemerintah, berbentuk kelembagaan penyuluhan baik di tingkatnasional, kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan.
3.Kelembagaan swasta, bergerak di bidang pengadaan sarana produksi, keuangandan pengangkutan.
4.Kelembagaan LSM (lembaga Swadaya Masyarakat), bergerak di bidang pengujiandan penyuluhan.



2..2.1  Kemitraan Antar Lembaga
            Adanya beberapa kelembagaan yang berkembang, perlu dikembangkan kemitraanantar instansi pemerintah dan masyarakat, yaitu dengan melakukan perjanjian/kontrak kerjasama antara lembaga publik dan sektor swasta yang memungkinkan partisipasimasyarakat.Dengan adanya kemitraan ini, akan terjadi kerjasama dan pembagian peran dantanggung jawab bersama, baik dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunanmaupun pembagian resiko serta akuntabilitas penyelenggaraan pembangunan.

2.2.2  Peranan Kelembagaan
            Berbagai permasalahan dalam bidang agribisnis selalu muncul mulai yang berkaitan dengan proses produksi, pascapanen (pengeringan, sortasi, dan lain-lain), penyimpanan, pengangkutan dan pemasaran. Sejauh ini proses produksi dan penanganan hasil panen komoditas lebih banyak menekankan pada kemampuan dan keterampilan petani secara individu. Proses yang melibatkan kelembagaan, baik dalam bentuk lembaga organisasi maupun kelembagaan norma dan tata pengaturan, pada umumnya masih terpusat pada proses pengumpulan dan pemasaran dalam skala tertentu. Kelembagaan pertanian dan petani belum terlihat perannya dalam mengatasi permasalahan tersebut. Padahal fungsi kelembagaan agribisnis sangat beragam, antara lain adalah sebagai penggerak, penghimpun, penyalur sarana produksi, pembangkit minat dan sikap, dan lain-lain.
Sistem produksi pertanian di Indonesia umumnya dicirikan oleh kondisi sebagai berikut: (1) skala usaha kecil dan penggunaan modal kecil; (2) penerapan teknologi usahatani belum optimal; (3) belum adanya sistem pewilayahan komoditas yang memenuhi azas-azas pengembangan usaha agribisnis; (4) penataan produksi belum berdasarkan keseimbangan antara supply dan demand; dan (5) sistem panen dan penanganan pascapanen yang belum prima; serta (6) sistem pemasaran hasil belum efisien dan harga lebih banyak ditentukan oleh pedagang (Balitbang Deptan, 2011).





 III PEMBAHASAN

3.1 Profil Perusahaan Yang Di Survey
Perusahan yang bertempat strategis sehingga dapat di jangkau oleh mitra-mitra kerja yang membutuhkan benih. Serta mampu menditribusikan dengan mudah dengan fasilitas alat yang memadahi. Pelayanan yang diberikan juga mampu menarik pelanggan, dan mampu memperoleh keuntungan dengan cepat serta mampu balik modal dengan cepat.

3.2  Tata Kelola Tenaga Kerja
1)      Mendorong tercapainya kesinambungan perusahaan melalui pengelolaan yang baik dan berkualitas.
2)      Mendorong pemberdayaan fungsi dan kemandirian masing-masing tenaga kerja.
3)      Mendorong timbulnya kesadaran dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan.
4)      Mengoptimalkan nilai jual yang tinggi.


3.3 Tata Kelola Produksi

3.3.1        Bahan Baku
Dengan bahan baku tanah secukupnya, air juga secukupnya dengan takaran tertentu. Untuk mengelola tanah diperlukan alat-alat berikut : Cangkul untuk memcah tanah yang padat, sekop untuk mengaduk tanah dan menyiapkan tanah bagi tanaman, gerobak dorong untuk memindahkan tangan hasil campuran produksi, cetok untuk memindahkan dan menyiapkan tanah untuk tanaman.
Dengan mengoptimalkan pemanfaatan peralatan,meminimalkan penggunaan tenaga kerja, memperlancar aliran bahan dan produk jadi, menyedikitkan persediaan,  mengefisienkan pemakaian ruangan,  memberikan kecukupan ruang gerak operasional maupun pemeliharaan,  meminimalkan investasi modal, memberikan feksibilitas untuk perubahan, meningkatkan keselamatan kerja,  dan menciptakan suasana kerja yang kondusif. Tata letak produksi dikelola dengan tujuan mengembangkan sistem produksi yang efektif dan efisien.Tata letak produksi dapat diklasifikasikan ke  dalam tata letak proses, tata letak produk, tata letak posisi tetap.Setiap jenis tata letak tersebut, dalam keberadaannya mempunyai keuntungan dan kelemahan untuk dipergunakan.
3.4 Tata Kelola Pemasaran
           
Pemasaran pendek atau komoditi meliputi karakterikstik dari produksi, situasi penawaran dan permintaan. Pendekatan ini sering digunakan untuk mempelajari permintaan pasar, tren harga. Memindahkan barang dari produsen ke konsumen dan butuh pedagang perantara. Pedagang perantara bisa bertindak sebagai, propietor / pemilik, partnership / mitra. Pendekatan fungsional merupakan metode untuk mempelajari sistem pemasaran dengan mengklafikasikan proses pemasaran berdasarakan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan fungsinya.

























BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
                Dapat disimpulkan bahwa tanaman tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah.Agar tanaman tomat dapat tumbuh dengan baik, hendaknya jenis dan varietasnya ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan kondisi dan keadaan alam ditempat yang akan dijadikan lahan.Selain di ladang atau di kebun, tanaman tomat juga bisa di budidayakan didalam pot-pot bunga yang tentunya memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai tanaman sayur dan sebagai tanaman hias.Pada saat proses penyemaian benih dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti ciri-ciri benih yang sehat, tempat penyemaian danpemeliharaan tanaman tomat tersebut.Tanaman tomat sangat baik untuk kesehatan karena tanaman tomat bias mencegah kanker ,sariawan dan bias menghilangkan jerawat.Tanaman tomat mengandung vitamin A,C dan D.


SARAN
Menurut kelompok kami sebaiknya tanaman tomat tetap dibudidayakan meskipun kuantitas dan kualitas masih rendah meskipun rendah tetap diminati oleh petani .perusahaan bapak wahyu sebaiknya menaikan gaji untuk buruhnya karena kebutuhan tiap hari sangat banyak menurut saya gaji dari bapak wahyu sangat pas-pasan tidak seperti perusahaan kami yang gajinya lebih besar dan bias memenuhi kebutuhan untuk buruhnya.perusahaan bapak sebaiknya tidak mengandalkan petani titip benih karena perusahaan bapak akan memperoleh keuntungan yang sangat sedikit sebaiknya menjual bibit tomat biar keuntungannya besar.












DAFTAR PUSTAKA
Deptan, Balitbang.2011: Peran Kelembagaan Pertanian

Prakoso, Kukuh.2012: Peran Kelembangaan Agribisnis



1 komentar: