PERUSAHAAN
PEMBUDIDAYAAN TOMAT
Disusun untuk memenuhi
tugas kelompok mata kuliah sosiologi pertanian
Disusun oleh:
Aulia Rasdiana Putri 125040118113009
Eko Fendy Listiyono 125040118113012
Irwanto 125040118113004
Muhammad Hendy Prasetiyo 125040118113007
Pangestika Fajar Nurviana 125040118113006

UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS IV
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
KEDIRI
2012
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan hortikultura di Indonesia hingga saat ini, belum
menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini antara lain disebabkan karena
hortikultura perlu penanganan yang serius, modal besar, dan berisiko tinggi.
Selain itu, harga produk hortikultura rendah dan berfluktuasi sehingga
memperbesar risiko rugi bagi petani.
Dengan hasil yang sedikit dan resiko yang begitu besar bagi
petani menyebabkan kecil nya minat petani didalam membudidayakan tanaman
hortikultura khususnya tanaman sayur-sayuran. Namun pada dasarnya tanaman
hortikultura merupakan tanaman yang sangat gampang untuk dibudidayakan karena
tidak memerlukan lahan yang luas untuk melakukan kegiatan budidaya.
Salah satu komditi yang dikembangkan dalam tanaman
hortikultura yaitu tanaman tomat. Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh karena
mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan.
Buah tomat juga mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori. Buah tomat
juga adalah komoditas yang multiguna berfungsi sebagai sayuran, bumbu masak,
buah meja, penambah nafsu makan, minuman, bahan pewarna makanan, sampai kepada
bahan kosmetik dan obat-obatan.
Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting tetapi
produksinya baik kuantitas dan kualitasnya masih rendah. Terkadang biaya yang
diterima petani dari hasil penjualan tomat tidak sebanding dengan biaya yang
dikeluarkan dari mulai tanam sampai panen. Biaya-biaya tersebut biasanya berupa
biaya untuk membeli bibit, membeli pupuk, dan biaya untuk merawat tanaman tomat
itu sendiri, misalnya untuk membeli herbisida yang digunakan untuk menanggulangi
adanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman tomat. Bibit yang ditanam pun
harusnya berkualitas.
Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur
hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit,
pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya dari petani. Untuk itu
diperlukan suatu teknis budidaya dan perawatan yang tepat untuk tanaman tomat
ini agar dapat berproduksi dengan maksimal.
1.2 Rumsan Masalah
1. Bagaimanakah
cara melakukan pembibitan tanaman tomat yang baik dan benar?
2. Bagaimana
cara pemeliharaan tanaman tomat yang baik dan benar?
3. Berapa
biaya total yang harus di keluarkan dalam pembibitan tanaman tomat?
4. Bagaimana
cara pemasaran tanaman tomat yang baik dan benar di lapangan?
1.3 Tujuan
1. Mendiskripsikan
pembibitan tanaman tomat.
2. Mendiskripsikan
pemeliharaan tanaman tomat.
3. Menganalisis
biaya yang di keluarkan.
4. Mendiskripsikan
pemasaran tanaman tomat.
II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Stratifikasi
Sosial Dalam Pertanian
Berdasarkan
kepemilikan tanah, terbagi atas tiga lapisan:Kaum petani yang memiliki tanah
pertanian dan rumah, Kaum petani yang tidak memiliki tanah
pertanian, namun memiliki tanah pekarangan dan rumah dan Kaum
petani yang tidak memiliki tanah pertanian dan pekarangan untuk rumah. Berdasarkan kriteria
ekonomi, terbagi atas tiga lapisan: Kaum elit desa yang memiliki cadangan
pangan dan pengembangan usaha, orang yang memiliki cadangan pangan saja dan
orang yang tidak memiliki cadangan pangan dan cadangan usaha, dan mereka bekerja
untuk memenuhi kebutuhan konsumsi perutnya agar tetap hidup (Arie Yudha, 2010).
2.2 Kelembagaan
Pertanian
Kelembagaan
merupakan suatu himpunan individu yang sepakat untuk menetapkandan mencapai
tujuan bersama, kelembagaan didominasi oleh unsur-unsur aturan,tingkah laku
atau kode etik, norma, hukum dan faktor pengikat lainnya antar anggotayang membuat orang saling mendukung.
Unsur-unsur
Kelembagaan: Institusi merupakan landasan untuk membangun tingkah laku sosial
masyarakat, Norma tingkah laku yang mengakar dalam masyarakat dan diterima
secara luasuntuk melayani tujuan bersama yang mengandung nilai tertentu dan
menghasilkaninteraksi antar manusia yang terstruktur, Peraturan dan penegakan
aturan/hukum, Aturan dalam masyarakat yang
memfasilitasi koordinasi dan bekerjasama dengandukungan tingkah laku,
hak dan kewajiban anggota, Kode etik , Kontrak , Pasar, Hak
millik, Organisasi, Insentif untuk menghasilkan tingkah laku yang diinginkan,
Macam- M acam kelembagaan:
1.Kelembagaan petani, berupa kelompok
tani, gaungan kelompok tani dan koperasi.
2.K elembagaan pemerintah,
berbentuk kelembagaan penyuluhan baik di tingkatnasional, kabupaten/kota,
kecamatan dan desa/kelurahan.
3.Kelembagaan swasta, bergerak di bidang
pengadaan sarana produksi, keuangandan
pengangkutan.
4.Kelembagaan LSM (lembaga Swadaya
Masyarakat), bergerak di bidang pengujiandan
penyuluhan.
2..2.1 Kemitraan Antar Lembaga
Adanya
beberapa kelembagaan yang berkembang, perlu dikembangkan kemitraanantar
instansi pemerintah dan masyarakat, yaitu dengan melakukan
perjanjian/kontrak kerjasama antara lembaga publik dan sektor swasta yang
memungkinkan partisipasimasyarakat.Dengan adanya kemitraan ini, akan terjadi
kerjasama dan pembagian peran dantanggung jawab bersama, baik dalam perencanaan
dan pelaksanaan pembangunanmaupun pembagian resiko serta akuntabilitas
penyelenggaraan pembangunan.
2.2.2
Peranan Kelembagaan
Berbagai
permasalahan dalam bidang agribisnis selalu muncul mulai yang berkaitan dengan
proses produksi, pascapanen (pengeringan, sortasi, dan lain-lain), penyimpanan,
pengangkutan dan pemasaran. Sejauh ini proses produksi dan penanganan hasil
panen komoditas lebih banyak menekankan pada kemampuan dan keterampilan petani
secara individu. Proses yang melibatkan kelembagaan, baik dalam bentuk lembaga
organisasi maupun kelembagaan norma dan tata pengaturan, pada umumnya masih
terpusat pada proses pengumpulan dan pemasaran dalam skala tertentu.
Kelembagaan pertanian dan petani belum terlihat perannya dalam mengatasi
permasalahan tersebut. Padahal fungsi kelembagaan agribisnis sangat beragam,
antara lain adalah sebagai penggerak, penghimpun, penyalur sarana produksi,
pembangkit minat dan sikap, dan lain-lain.
Sistem produksi
pertanian di Indonesia umumnya dicirikan oleh kondisi sebagai berikut: (1)
skala usaha kecil dan penggunaan modal kecil; (2) penerapan teknologi usahatani
belum optimal; (3) belum adanya sistem pewilayahan komoditas yang memenuhi
azas-azas pengembangan usaha agribisnis; (4) penataan produksi belum
berdasarkan keseimbangan antara supply dan demand; dan (5) sistem
panen dan penanganan pascapanen yang belum prima; serta (6) sistem pemasaran
hasil belum efisien dan harga lebih banyak ditentukan oleh pedagang (Balitbang
Deptan, 2011).
III PEMBAHASAN
3.1 Profil Perusahaan Yang Di Survey
Perusahan
yang bertempat strategis sehingga dapat di jangkau oleh mitra-mitra kerja yang
membutuhkan benih. Serta mampu menditribusikan dengan mudah dengan fasilitas
alat yang memadahi. Pelayanan yang diberikan juga mampu menarik pelanggan, dan
mampu memperoleh keuntungan dengan cepat serta mampu balik modal dengan cepat.
3.2 Tata
Kelola Tenaga Kerja
1)
Mendorong tercapainya
kesinambungan perusahaan melalui pengelolaan yang baik dan berkualitas.
2)
Mendorong pemberdayaan
fungsi dan kemandirian masing-masing tenaga kerja.
3)
Mendorong timbulnya
kesadaran dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan
lingkungan.
4)
Mengoptimalkan nilai jual
yang tinggi.
3.3 Tata Kelola Produksi
3.3.1
Bahan Baku
Dengan
bahan baku tanah secukupnya, air juga secukupnya dengan takaran tertentu. Untuk
mengelola tanah diperlukan alat-alat berikut : Cangkul untuk memcah tanah yang
padat, sekop untuk mengaduk tanah dan menyiapkan tanah bagi tanaman, gerobak
dorong untuk memindahkan tangan hasil campuran produksi, cetok untuk memindahkan
dan menyiapkan tanah untuk tanaman.
Dengan
mengoptimalkan pemanfaatan peralatan,meminimalkan penggunaan tenaga kerja,
memperlancar aliran bahan dan produk jadi, menyedikitkan persediaan, mengefisienkan pemakaian ruangan, memberikan kecukupan ruang gerak operasional
maupun pemeliharaan, meminimalkan
investasi modal, memberikan feksibilitas untuk perubahan, meningkatkan
keselamatan kerja, dan menciptakan
suasana kerja yang kondusif. Tata letak produksi dikelola dengan tujuan
mengembangkan sistem produksi yang efektif dan efisien.Tata letak produksi
dapat diklasifikasikan ke dalam tata
letak proses, tata letak produk, tata letak posisi tetap.Setiap jenis tata
letak tersebut, dalam keberadaannya mempunyai keuntungan dan kelemahan untuk
dipergunakan.
3.4 Tata Kelola Pemasaran
Pemasaran
pendek atau komoditi meliputi karakterikstik dari produksi, situasi penawaran
dan permintaan. Pendekatan ini sering digunakan untuk mempelajari permintaan
pasar, tren harga. Memindahkan barang dari produsen ke konsumen dan butuh
pedagang perantara. Pedagang perantara bisa bertindak sebagai, propietor /
pemilik, partnership / mitra. Pendekatan fungsional merupakan metode untuk
mempelajari sistem pemasaran dengan mengklafikasikan proses pemasaran
berdasarakan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan fungsinya.
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa tanaman tomat adalah komoditas
hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih
rendah.Agar tanaman tomat dapat tumbuh dengan baik, hendaknya jenis dan
varietasnya ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan kondisi dan keadaan alam
ditempat yang akan dijadikan lahan.Selain di ladang atau di kebun, tanaman
tomat juga bisa di budidayakan didalam pot-pot bunga yang tentunya memiliki
fungsi ganda, yaitu sebagai tanaman sayur dan sebagai tanaman hias.Pada saat
proses penyemaian benih dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,
seperti ciri-ciri benih yang sehat, tempat penyemaian danpemeliharaan tanaman
tomat tersebut.Tanaman tomat sangat baik untuk kesehatan karena tanaman tomat
bias mencegah kanker ,sariawan dan bias menghilangkan jerawat.Tanaman tomat
mengandung vitamin A,C dan D.
SARAN
Menurut
kelompok kami sebaiknya tanaman tomat tetap dibudidayakan meskipun kuantitas
dan kualitas masih rendah meskipun rendah tetap diminati oleh petani .perusahaan bapak wahyu sebaiknya
menaikan gaji untuk buruhnya karena kebutuhan tiap hari sangat banyak menurut
saya gaji dari bapak wahyu sangat pas-pasan tidak seperti perusahaan kami yang
gajinya lebih besar dan bias memenuhi kebutuhan untuk buruhnya.perusahaan bapak
sebaiknya tidak mengandalkan petani titip benih karena perusahaan bapak akan
memperoleh keuntungan yang sangat sedikit sebaiknya menjual bibit tomat biar
keuntungannya besar.
DAFTAR PUSTAKA
Deptan, Balitbang.2011: Peran
Kelembagaan Pertanian
Prakoso, Kukuh.2012: Peran Kelembangaan
Agribisnis
bagus ya datanya, berguna buat kuliah
BalasHapus